Nama Cihampelas berasal dari dua kata dalam bahasa Sunda: “Ci” berarti air/mata air, dan “Hampelas” merujuk pada pohon hampelas—a tree with very coarse leaves, reminiscent of sandpaper, yang sering digunakan untuk menggosok kayu atau besi, Pohon hampelas yang sangat besar juga dikenal tumbuh di wilayah Desa Cihampelas RW 02, dan dipercaya bertumbuh di sekitar mata air yang tak pernah kering bahkan saat musim kemarau panjang Nama Cihampelas kaya makna: perpaduan antara air (mata air) dan keberadaan pohon hampelas—mencerminkan kondisi alam dan simbolisme budaya lokal.
Desa Cihampelas sejak dahulu dikenal sebagai wilayah pertanian subur. Penduduknya memanfaatkan tanah pegunungan untuk bercocok tanam dengan peralatan sederhana; hasilnya hanya konsumsi sendiri atau tanaman alamiah.
Mulai tahun 1900-an, teknik bercocok tanam membaik; sebagian hasil pertanian mulai dijual, memberikan penghasilan bagi masyarakat desa, Setelah kemerdekaan tahun 1945, selain pertanian, warga mulai beternak sapi, kerbau, domba, ayam, dan lain-lain sebagai tambahan mata pencaharian
Desa Cihampelas merupakan hasil pemekaran dari desa induk (termasuk Desa Mekarmukti). Proses pemekaran resmi terjadi sebelum tahun 1967, H. Kamal menjadi Kepala Desa pertama setelah pemekaran pada tahun 1967, dipercaya membangun pemerintahan desa secara bertahap untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Para Pejabat Kepala Desa Cihampelas semenjak berdirinya Desa Cihampelas adalah sebagai berikut :
| No | Nama Kepala Desa | Masa Bakti |
| 1 | SUMA | Th 1957 S/D 1965 |
| 2 | UMAR BRATA WIJAYA | Th 1965 S/D 1967 |
| 3 | H.KAMAL | Th 1967 S/D 1983 |
| 4 | DAYAT | Th 1983 S/D 1984 |
| 5 | SUKRON | Th 1984 S/D 1985 |
| 6 | IYON | Th 1985 S/D 1993 |
| 7 | IYAT SUTARYAT | Th 1993 S/D 2001 |
| 8 | IYAT SUTARYAT | Th 2001 S/D 2007 |
| 9 | H.ODANG JAELANI | Th 2007 S/D 2013 |
| 10 | H.ODANG JAELANI | Th 2013 S/D 2018 |
| 11 | AAR SARIP USMAN | Th 2018 S/D 2019 |
| 12 | ASEP MULYADI | Th 2019 S/D 2027 |